RANGKUMAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
RANGKUMAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
MODUL 1-6
Disusun oleh :
Nama :
Muhammad Faizi Munir
NIM :
241080200115
Kelompok : 9
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Materi yang saya lampirkan merupakan hasil rangkuman dari materi praktikum Sistem Digital satu semester ini dan menjadi salah satu syarat untuk memenuhi tugas praktikum Sistem Digital. Saya merupakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Program Studi Teknik Informatika. Jika ingin lebih tahu tentang Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bisa langsung mengakses link
umsida.ac.id atau fst.umsida.ac.id
POKOK
BAHASAN I
PENGENALAN
GERBANG LOGIKA DASAR
Setelah menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :
- ·
Memahami
pengoperasian gerbang logika dasar
- ·
Merancang
dasar - dasar rangkaian logika
- ·
Menjalankan
modul rangkaian logika
- ·
Menerapkan
gerbang - gerbang dasar dalam bentuk Rangkaian Terintegrasi
Terdapat jenis” dan symbol Gerbang Logika Dasar
1. Gerbang AND
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan
(Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukkan (Input) bernlai
Logika 1 dan akan megnhasilkan Keluaran (Output) logika 0 Jika salah satu dari
masukkan (Input bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = A * V
atau X=AB (tanpa symbol)
Simbol Gerbang AND
2. Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebioh Masukan
(Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran
(Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah
satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan
Keluaran (output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Rangkai OR dinyatakan sebagai Z = A + B.
Simbol Gerbang OR
3.Gerbang NOT (Inverter)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan
(Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga
dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang
berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin
mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya
harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z = A'.
Simbol Gerbang Not
4.Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang
NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan
kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan
Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat
sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z = A' * B'
Simbol Gerbang NAND
5.Gerbang NOR (NOT OR)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian NOR dinyatakan sebagai Z = A'+B'.
Simbol Gerbang NOR
6. Gerbang
X-OR (Exclusive OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan- masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai Z = (A ̅*B) + (A*B ̅) = A ⨁ B
Simbol Gerbang X-OR
7. Gerbang
X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR dinyatakan sebagai Z=(A' ⨁ B') = A⨀B
Simbol Gerbang X-NOR
POKOK BAHASAN II
PERSAMAAN
BOLEAN & PENYEDERHAAN RANGKAIAN LOGIKA (MENGGUNAKAN METODE K-MAP)
Setelah menyelesaikan percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu :
· Membuat sebuah rangkaian logika sederhana melalui persamaan Boolean dan table kebenaran yang diketahui.
· Menggunakan K-Map untuk memecahkan persoalan desain rangkaian logika sederhana.
Aljabar Boolean
Aljabar Boolean memuat variable dan symbol operasi untuk gerbang logika. Simbol yang digunakan pada aljabar Boolean adalah : (.) untuk AND, (+) untuk OR, dan () untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah penyelesaian perhitungan secara aljabar dan pengisian table kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.
Dalam aljabar Boolean tersebut digunakan 2 konstanta yaityu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplenetasikan kedalam rangkaian logika maka logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan. kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (active low) seedangkan logika 1 bertaraf tegangan tinggio (active high). Pada teori - teori aljabar Boolean ini berdasarkan aturan - aturan dasar hubungan antara variabel-variabel Booelan
Ø Dalil-dalil Boolean (Boolean Postulates)
ü P1 : X = 0 atau X = 1
ü P2 : 0 . 0 = 0
ü P3 : 1 + 1 = 1
ü P4 : 0 +0 = 0
ü P5 : 1 . 1 = 1
ü P6 : 1 . 0 = 0. 1 = 0
ü P7 : 1 + 0 = 0 + 1 = 1
Ø Theorama Aljabar Boolean
ü T1 : Commutative Law
A + B = B + A
A . B = B .A
ü T2 : Commutative Law
( A + B ) + C = A + ( B + C )
( A . C ) . C = A . ( B . C)
ü T3 : Distributive Law
a. A. ( B+C) = A.B + A.C
b. A + ( B . C) = (A+B) . (A+C)
ü T4. Indentiti Law
a. A + A = A
b. A . A = A
ü T5. Negation Law
a. (A') = A'
b. (A')' = A
ü T6 : Redundant Law
a. A+A.B =A
b. A. (A+B) = A
ü T7: 0 + A = A
1 . A = A
1 + A = 1
0.A= 0
ü T8 : A' + A = 1
A' . A = 0
ü T9 : A + A' . B = A + BA . ( A' + B ) = A . B
ü T10 : De Morgan's Theorem
a. ( A + B)' = A'. B'
b. ( A.B)' = A' + B'
K-MAP
Peta
Karnaugh (Karnaugh Map,
K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan
paling banya enam variable. Dalma laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan
persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima
atu enam variable disarankan menggunakan program computer.
Peta
merupakan gambar suatu daerah. Peta Karnaugh menggambarkan daerah logika yang
telah dijabarkan pada table kebeneran. Penggambaran daerah pada peta Karnaugh
harus mencakup semua logika. Derah pada Peta Karnaugh dapat tampang tindih
antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.
K-Map 2 Variabel
Pada K-Map 2 variabel yang digunakan yaitu
2.
Misalnya variable A& B
Catatan
:
-
Untuk
setiap variable yang memiliki aksen, maka di dalam table ditulis 0.
-
Untuk
setiap variable yang tidak memiliki aksen, maka di dalam table ditulis 1
Contoh
: A’ (ditulis 0), B (ditulis 1)
Desain/ model pemetaan K-Map 2 variabel
dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan
ini, penulis menggunakan desain pemeetaan Model 2 seperti berikut :
Dalam menentukan hasil pemetaan, ambil daerah yang
berbentuk seperti berikut :
K-Map 3 Variable
Pada KMap 3 variable, variable yang
digunakan yaitu 3 . Misalnya variable A, B & C.
Desain pemetaan K-Map 3 variable dapat
dibentuk dengan 4 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini,
penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :
K-Map 4 Variabel
Pada KMap 4 variable, variable yang
digunakan. Misalnya variable A,B,C dan D. Desain pemetaan K-Map 4 variable
dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan
ini penulis hanya menggunakan desian pemetaan Model 2 Seperti berikut :
POKOK BAHASAN III
MULTILEVEL NAND DAN NOR
Setelah
menyelesaikan percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengeri
cara mengimplementasikan teorama de Morgkan ke bentuk NAND dan NOR
2. Membuat
rangkaian pengganti AND , OR, NOT ke NAND dan NOR dengan persamaan de Morgan
3. Merubah
rangkaian AND, OR, NOT menjadi NAND atau NOR saja secara langsung
Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dar 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya : dengan mengimplentasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level Tindakan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat kariena tidak terlalu banyak IC yang digunakan ( padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang digunakan).
Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu :
1. Melalui penyelesaian persamaan logika / Boolean
2. Langsung menggunakan gambar padanan
NAND
Diketahui sebuah persamaan logika sebagai
berikut :
Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangakan seperti berikut :
Dengan cara dia atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk membangun sebuah rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan tempat.
Setelah menyelesaikan
percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu:
1. Memahami
cara kerja rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan Buol subtractor.
2. Membuat
rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan Buol subtractor
dari rangkaian kombinasi gerbang logika dasar.
3. Memahami
perbedaan Carry in dengan Carry out terhadap Full Adder serta pengaruh yang
ditimbulkannya.
Adder
Rangkaian Adder (penjumlah) adalah
rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka
(dalam sistem bilangan biner). Sementara itu, di dalam komputer rangkaian adder
terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem
bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah:
·
Sistem
bilangan biner (memiliki base/radix 2)
·
Sistem
bilangan oktal (memiliki base/radix 8)
·
Sistem
bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)
·
Sistem
bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, di antara ketiga sistem tersebut
yang paling mendasar adalah sistem bilangan biner. Sementara itu, untuk
menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem bilangan complement. BCD
(binary-coded decimal).
Half Adder
Half adder
adalah suatu rangkaian penjumlah sistem bilangan biner yang paling sederhana.
Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan
biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2
keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian
ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan
AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing
hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika
A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2. Jika
A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3. Jika
A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
4. Jika
A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout
(Carry Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A
dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).
b. Full Adder
Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa Full Adder.
Half Subtractor
Rangkaian
half subtractor adalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada
dasarnya, rangkaian half subtractor adalah rangkaian Half Adder yang
dimodifikasi dengan menambahkan gerbang NOT. Rangkaian half subtractor dapat
dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian
ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out (Bo). Rumus
dasar pengurangan pada biner yaitu:
1. 0
- 0 = 0 Borrow 0
2. 0
- 1 = 1 Borrow 1
3. 1
- 0 = 1 Borrow 0
4. 1
- 1 = 0 Borrow 0
Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sambai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.
Setelah menyelesaikan
percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu:
1.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder.
2.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder dalam bentuk IC.
DEKODER
1. Rangkailah gerbang logika dekoder 2–4 berikut ini:Setelah menyelesaikan
percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu:
1.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder.
2.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder dalam bentuk IC.
MULTIPLEKSER
1.
Rangkailah
gerbang logika Multiplekser 4 – 1 berikut ini:
DEMULTIPLEKSER
1.
Rangkailah
gerbang logika dekoder 1 – 4 berikut ini:
Komentar
Posting Komentar